Followers

Tuesday, February 3, 2015

CURAHAAN HATI ANAK SUKU TENGGER : MENUJU IYDC (Indonesian youth diversity celebration)



Berani beda, Ekspresikan Hakmu...!
Yoga Andika , siswa SMA Kristen Baithani Tosari, terpilih menjadi salah satu partisipan konferensi IYDC di Lampung
                 Inilah saya (Yoga Andika), anak dari Suku Tengger yang ingin mempromosikan  daerahnya. Seorang anak yang ingin menunjukan pada dunia bahwa dirinya mampu seperti remaja  daerah lain yang lebih maju, keinginan yang sangat kuat mengantarkan saya untuk mengikuti IYDC (Indonesian youth diversity celebration).
                Pada saat saya menulis abstrak , sedikit demi sedik saya mengupulkan informasi  tentang berbagai permasalahan remaja yang ada di Suku Tengger, dan menarik sebuah prioritas masalah yang paling menonjol di Suku Tengger. Setelah mendapatkan informasi dan permasalahanya. Saya mulai menulis abstrak yang berjudul Fenomena Pernikahan Dini di Suku Tengger” . dalam Abstrak tersebut saya berusaha untuk mengeluarkan unek-unek yang  ada dalam pikiran saya, yang tentunya unek-unek tersebut tidak hanya berdasaran persepsi saya semata, melainkan berdasarkan apa yang saya temukan dilapangan. Dengan keinginan yang besar akhirnya unek-unek tersebut berhasil saya tuangkan dalam bentuk karya tulis.
Dengan kerja keras  dan bantuan teman-teman  untuk menulis abstrak, akhirnya saya berhasil menyelesaikan karya tulis saya berupa abstrak. Dan kerja keras saya   membuahkan hasil yang manis yaitu saya lolos dalam penulisan abstrak dan pergi kelampung untuk mempresentasikan karya tulis saya. Hal tersebut adalah sebuah hadiah teristimewa setelah perjuangan panjang menulis sebuah abstrak pertama saya.
                Perjuangan tak cukup sampai disitu, saya harus mulai mempersiapkan bahan untuk persentasi termasuk berlatih untuk melakukan presentasi yang baik di depan umum. Selain itu, sebelum ke Lampung saya harus minta izin kepada Orang Tua terlebih dahulu. Hal yang diluar prediksi saya terjadi, karena saya tidak di izinkan untuk pergi kelampung oleh Orang Tua dengan alasan keamanan dan kehawatiran yang berlebih orang tua terhadap keselamatan saya, sehingga saya harus sepandai mungkin membujuk orang tua saya, dengan dibantu oleh Kakak Pencerah Nusantara untuk memohon ijin kepada orang tua saya, akhirnya dengan berat hati orang tua saya mengizinkan saya untuk pergi ke Lampung.
                 Ketika berangkat  saya diantarkan kedua orang tua sampai di sekolah  jam 02:30. setelah itu, di antar oleh   guru dan kakak Pencerah Nusantara menuju Bandara Duanda Surabaya. Sesampai di Bandara rasa seneng seakan menyelimuti, karena baru pertama kali saya ke Bandara.
Pada saat naik pesawat ada perasaan grogi yang timbul dalam perasaan saya,  rasanya dek-dekkan sekali ketika pesawat mau take off, maklum saja karena ini adalah kali pertama saya pergi menggunakan pesawat terbang.  Ketika sampai di Jakarta, bersama teman peserta IYDC dari Jawa Timur saya langsung melakukan check-in untuk melakukan penerbangan ke Lampung dan menggu di ruang tunggu. Serunya ternyata disamping saya ada anak yang juga peserta IYDC dari daerah lain, tapi saya enggan untuk bertanya, karena ada perasaan takut dan malu. Dan ketika mereka mengawali pembicaraan dengan saya, barulah saya mulai bengobrol dan saling mengenal satu sama lain dengan sangat akrab.
 Setelah sampai di Lampung (Minggu 14 Des 2014) rasanya lega, senang, dan bangga bercampur menjadi satu, disitulah saya mulai memperkenalkan diri saya sama teman-teman yang  datang dari berbagai daerah.

Hari Pertama (Senin 17 Des 2014)
                Merupakan hari pembukaan untuk memulai kegiatan IYDC , setelah resmi dibuka oleh perwakilan dari Gubernur  Lampung, mulailah panel 1 untuk persentasi hasil abstrak dari masing-masing peserta. Hari pertama camp IYDC ada perasaan yang mengganjal pada diri saya, rasanya  inggin pulang karena tidak kerasan. Walaupun saat itu saya sudah memiliki banyak teman dan kegiatan IYDC sudah mulai berjalan sesuai dengan yang dijadwalkan. Sehingga kegiatan pada hari itu tidak terlalu saya ikuti dengan baik walaupun sebelumnya,saat masih dirumah saya sangat terobsesi dengan berbagai kegiatan IYDC.

Hari Kedua (Selasa 18 Des 2014)
                Hari tersebut adalah hari dengan jadwal untuk melakukan Outbond bersama peserta yang lain. Outbond yang dilakukan itu cukup seru karena mengasah pemikiran, kekompakan dan kerjasama kelompok  untuk mencapai keberhasilan. Disitulah saya mulai kerasan mengikuti camp IYDC,dan juga saya mulai pendekatan lebih dalam dengan teman-teman  yang sebelumnya masih belum saya kenal . Pada hari itu, banyak teman-teman yang mengeluh karena saat peserta  mau mandi, ternyata air di camp mati, dan terpaksa para Peserta  tidak mandi begitu pun dengan saya. Pada malam harinya perserta IYDC membuat karya lukis dibaju yang sudah disediakan oleh panitia. Acara tersebut sangat menyenangkan bagi saya. Saya dapat mengekspresikan kreatifitas saya dalam bentuk lukisan. Lucunya banyak peserta lain yang tanya tentangmaksud lukisan saya “Yog maksud dari lukisan kamu itu apa?” terus saya jawab “Ini itu karya anak gunung yang tampilannya berbedadan lain daripada yang lain, kan temanya berani beda , Ekspresikan Hakmu. Jadi saya mengekspresikan lukisan ini ala anak Gunung”. Memang saat itu lukisan  saya sangat abstrak dan butuh memeras pikiran untuk mengetahui maksud dan pesan dari lukisan yang saya buat.

Hari Ketiga (Rabu 19 Des 2014)
                Hari ketiga merupakan hari terakhir kegiatan dan juga hari suci umat hindu yaitu hari raya Galungan. Pada waktu itu pula tepat saya mempersentasikan hasil abstrak saya. Tapi saya juga  harus sembayang di Pura, sehingga saya terlebih dahulu ikut materi, setelah itu barulah dengan  teman saya anak bali diantarkan kepura yang berada di Lampung. Setelah sampai di pura saya  sembahyang kemudian sedikit  narsis untuk kenang-kenangan. Terlalu keasyikan menikmati suasana Pura di Lampung, tanpa disadari ternyata jam menunjukkan waktu dimana saya harus tiba di camp untuk melakukan presentasi,  dengan terburu-buru saya berusaha untuk sampai di camp. Sampai di Camp saya masih harus kekamar untuk ganti baju dan barulah menuju ke ruangan presentasi, sambil ngos-ngosan, saya berusaha mempresentasikan abstrak yang telah dibuat dengan sebaik mungkin. Dihari ketiga ini, malam harinya  sekaligus diadakan  acara penutupan IYDC 2014. Selesai rangkaian acara penutupan IYDC sebagian besar peserta berkumpul di kolam renang untuk bernyanyi bersama dan berenang bersama hingga dini hari, rasanya terlalu singkat pertemuan ini, disaat saya sudah mulai nyaman dengan lingkungan dan teman baru, saat itu pula rangkaian acara IYDC berakhir yang menandakan waktunya untuk berpisah dengan teman-teman yang baru saja saya kenal.
Yoga saat mempresentasikan abstrak berjudul "Fenomena Pernikan Dini di Suku Tengger"


Suasana saat Yoga mempresentasikan abstraknya


Waktunya Pulang (Kamis 20 Des 2014)
                Pagi hari mulailah kita berpamitan kepada panitia dan juga teman-teman yang berasal dari daerah lain. Kami langsung menuju bandara Raden Inten Lampung, saya dan teman-teman dari Jawa Timur langsung melakukan check-in dan dilanjutkan dengan makan bersama. Setelah itu kami menunggu   diruang tunggu untuk terbang ke Jakarta. Sampai di Jakarta, saya mendapatkan satu pengalaman yang berharga, di Jakarta bertempatkan di terminal I, saya dan  teman-teman dari Jawa Timur semua masih bersantai di Bandara Soekarno-Hatta, Kita melihat di tiket bahwa pesawat akan terbang ke Surabaya  jam 15:45, tetapi setelah dilihat lagi ternyata ditiket pesawat tertulis terbang jam 14:30 WIB dan akhirnya saya dan 3 temen saya terburu-buru menuju terminal III. Sampai terminal III kita terburu-buru untuk Check-in dan pada waktu itu sudah waktunya boarding saya lari sambil membawa barang bawaan saya yang sangat banyak sekali. Setelah sampai di bus rasanya lega sekali, saya langsung menuju pesawat, setelah sampai dipesawat saya berfikir ini merupakan pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Sampai di bandara Surabaya saya sudah di jemput  sama  guru dan kakak  Pencerah Nusantara dua orang dan saya pamitan sama teman-teman saya yang berasal dari Jawa Timur. Dalam perjalanan pulangs aya bercerita  tentang pengalama  yang saya dapat. Sampai dirumah  saya disambut oleh kedua orang tua saya,  orang tua saya meneteskan air mata  pada saat saya masuk rumah dan bercerita tentang pengalaman saya yang luar biasa di Lampung. Orang tua saya  yang sebelumnya tidak mengijinkan saya untuk  pergi  kelampung  setelah saya perlihatkan  kegiatan saya  disana, orang tua saya jadi terharu dan bangga  dengan saya. Dan pengalaman berharga selama mengikuti kegiayan IYDC adalah pengalaman mahal yang tidak akan pernah saya lupakan sampai kapanpun.

Oleh    : Yoga Andika

No comments:

Post a Comment