Sebagaimana pada tahun-tahun
sebelumnya, tanggal 1 Desember adalah hari AIDS Sedunia, dimana momentum
tersebut digunakan sebagai ajang bagi pelajar, Mahasiswa, ataupun AIDS untuk
mengkampanyekan anti HIV & AIDS. Dalam kampanye tersebut banyak hal yang
dilakukan, dimulai dari menyebarkan pita warna merah sebagai simbol anti AIDS,
atau bahkan ada yang melakukan penyuluhan tentang HIV & AIDS dengan tujuan
meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang HIV & AIDS.
Seperti tidak mau ketinggalan, Pasukan
remaja Tengger yang tergabung dalam Laskar Pencerah Tosari, juga melakukan
berbagai kegiatan untuk memperingati hari HIV &AIDS. Mereka turut andil
dalam menyebarkan pesan dan informasi tentang HIV & AIDS kepada teman
sebayanya di sekolah masing-masing. HIV & AIDS menjadi salah satu fokus
kegiatan dari Laskar Pencerah karena HIV & AIDS merupakan salah satu racun
remaja, sebagaimana digambarkan dalam segitiga KRR atau yang sering disebut
dengan TRIAD-KRR, yaitu isu seksualitas, Narkoba dan HIV & AIDS, dimana
ketiganya adalah sebuah permasalahan yang saling mempengaruhi satu sama lain
atau memiliki hubungan determinan resiproc. Oleh karena itu, Laskar
Pencerah sebagai Peer Educator di Setiap sekolah masing-masing merasa bertanggung
jawab atas pengetahuan teman sebayaatentang HIV & AIDS.
![]() | |||
Jeva (siswa SMAK Baithani Tosari) berperan sebagai peer educator pada Perayaan Hari HIV/AIDS di sekolahnya |
Kristina (siswi SMPN 2 Wonokitri, Tosari) sedang memberikan presentasi mengenai HIV/AIDS di sekolahnya |
Sebelum Pasukan Laskar Pencerah
melakaukan aksi, terlebih dahulu mereka melakukan persiapan. Dimulai dari
penentuan Koordinator kegiatan, Koordinator sekolah, pembuatan Pita dan Pesan
tentang HIV dan AIDS, Hingga pengumpulan materi HIV & AIDS sebagai bahan
penyuluhan. Dalam kegiatan perinngatan hari HIV & AIDS terpilihlah Yoga
Andika salah satu siswa kelas XI dari
SMA Kristen Baithani sebagai Koordinator Kegiatan.
Tiba hari H peringatan AIDS Sedunia
setiap sekolah mulai melakukan kegiatan yang memiliki banyak cerita seru.
Dimulai dari SMP-SMA Kristen Baithani yang pada awalnya berencana melakukan
aksi penyebaran pita selepas Upacara Bendera, terpaksa harus di batalkan karena
Upacara Bendera pada hari tersebut di tiadakan karena kondisi yang gerimis.
Tapi kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah anak Laskar Pencerah di sekolah
tersebut. Karena pagi yang seharusnya dilaksanakan kegiatan Upacara, di ganti
dengan kegiatan renungan dan dalam kegiatan renungan tersebut salah satu
anggota Laskar Pencerah yaitu Yoga memberikan sedikit renungan tentang HIV dan
AIDS, selesai renungan barulah mereka menyebarkan Pita merah dan Pesan tentang
HIV & AIDS. Tak hanya cukup sampai disitu kegiatan peringatan hari HIV
& AIDS di SMP-SMA Kristen Baithani Tosari, selesai renungan mereka
mengumpulkan seluruh siswa SMP & SMA di Caffe “Bagger” yang merupakan
kantin sekolah tersebut untuk melakukan penyuluhan tentang HIV & AIDS.
Seperempat waktu penyuluhan berjalan dengan baik, tapi sekali lagi kondisi
tidak memungkinkan untuk dilanjutkannya penyuluhan di Caffe tersebut karena
angin yang kencang yang membuat Layar atau Screen penyuluhan hampir roboh,
karena Caffe tersebut memang berada di ruang terbuka yang hanya memiliki atap
saja dan tempat duduk lesehan. Hal tersebut tidak membuat anak Laskar pencerah
patah semangat, mereka seperti tidak kehabisan akal, mereka memindahkan
kegiatan penyuluhan tersebut keruang Aula, yang ruangannya berdekatan dengan
caffe Sekolah. Ketidak kondusifan sempat terjadi saat peserta penyuluhan yaitu
siswa siswi SMP dan SMA harus mengangkat dan menata kursi sendiri untuk mereka
gunakan sebagai tempat duduk. Untungnya hal tersebut tidak berlangsung lama
hingga akhirnya penyuluhan dapat dimulai lagi. Jeffa Malaekhi siswa kelas XI
adalah siswa yang kali ini menjadi pematerinya. Dalam menyampaikan materi Jeffa
tampak lancar dan Percyadiri, karena beberapa hari sebelumnya dia sudah
mempersiapkan materi penyuluhan dan mempelajarinya secara detail dan rinci, tak
hanya Jeffa, Yoga juga tidak mau ketinggalan untuk memberikan penyuluhan.
Hingga akhirnya kegiatan peringatan HIV & AIDS di SMP-SMA Kristen Baithani
selesai dengan hasil yang memuaskan.
SMPN 1 Tosari juga memiliki cerita
dalam peringatan hari HIV & AIDS di sekolah tersebut. Paginya sebelum jam
pelajaran dimulai mereka menyebarkan Pita merah dan pesan HIV &AIDS ke
seluruh siswa SMP. Setelah itu mereka baru melakukan penyuluhan tentang HIV
& AIDS. Tekhnis pelaksanaan penyuluhan di Sekolah tersebut adalah dilakukan
di masing-masing kelas disela-ssela jam pelajaran. Tentunya sebelumnya Laskar
pencerah sudah mendapatkan ijin Penyuluhan dari Kepala Sekolah, sehingga mereka
diperbolehkan memberikan penyuluhan pada jam tersebut. Penyuluhan dilakukan terlebih
dahulu dikelas IX dilanjutkan di kelas VIII, penyuluhan tersebut berjalan
lancar tanpa kendala apapun dan siswa siswi antusias menyimak kegiatan
penyuluhan. Penyulihan yang terakhir dilaksanakan di kelas VII, setengah
perjalanan penyuluhan kegiatan masih berjalan lancar, akan tetapi setelah itu
tanpa disangka listrik di sekolah tersebut padam, sehingga penyuluhan yang
dibantu dengan media Proyektor tidak
dapat digunakan lagi. Wande yang merupakan pemateri di kelas tersebut tidak
serta merta menghentikan penyuluhan tersebut. Dengan dibantu media seadanya dia
tetap melanjutkan penyuluhan hingga selesai.
SMPN 2 Tosari yang berada di Desa
Wonokitri yang merupakan pintu masuk wisatawan yang hendak ke wisata penanjakan
maupun Gunung Bromo juga melakukan kegiatan yang tak jauh berbeda dengan
sekolah yang lain. Pagi harinya mereka menyebarkan pita merah dan pesan HIV
& AIDS, bedanya jika sekolah yang lain langsung ke siswa siswi sekolah,
kalau SMPN 2 yang pertama diberi pita merah adalah seluruh Guru dan Karyawan di
sekolah tersebut. Ternyata luar biasa antusias Guru dan Karyawan tersebut untuk
memakai pita sebagai simbol kepedulian mereka dengan HIV & AIDS. Setelah
itu mereka melanjutkan penyebaran pita di kelas IX dan melakukan penyuluhan di
kelas tersebut. Pemateri di sekolah tersebut adalah Mega dan Wrista mereka
adalah siswa kelas VIII yang tergabung
dalam anggota Laskar pencerah Tosari. Tak hanya mereka berdua saja yang
melakukan penyuluhan, akan tetapi mereka didampingi salah satu guru di sekolah
tersebut dalam menyampaikan materi tentang HIV & AIDS yaitu Pak Nanda,
beliau adalah salah satu guru yang sangat mendukung seluruh kegiatan dan
aktifitas Laskar pencerah di Sekolah tersebut. Usai penyuluhan di kelas IX
barulah Mega dan Wrista dibantu dengan teman –teman yang lain menyebarkan pita
kepada siswa kelas VII dan VIII.
![]() |
Suasana saat Penyuluhan HIV/AIDS di SMAK Baithani Tosari |
Rangkaian kegiatan peringatan HIV
& AIDS di beberapa sekolah yang telah dipaparkan diatas adalah sebagian
kecil dari contoh kesungguhan Laskar pencerah Tosari yang merupakan Remaja
Harapan Tosari dalam menyebarkan pesan sehat di Tosari. Masih banyak lagi
kegiatan yang mereka lakukan dengan tujuan untuk Tosari yang lebih Sehat dan
Lebih Hebat.
Semangat
Laskar pencerah Tosari....!!!
Oleh : ST. Khumaidah, S.K.M
Fb : Siti Khumaidah
Twitter : @Khumaida2
www.kompasiana.com/khumaida
No comments:
Post a Comment