Followers

Sunday, September 28, 2014

Laskar Pencerah Beraksi : Ketika Pemuda Berkarya di Komunitas

Ketika pemuda berkarya di komunitas, maka perubahan akan lebih laju !

Ini adalah kisah Laskar Pencerah Tosari yang memiliki semangat untuk merubah daerahnya menjadi lebih baik, semangatnya dituangkan menjadi ide-ide, ide itu kemudian diwujudkan menjadi karya, di desa masing-masing.

Kisah ini dimulai di akhir
Laskar Pencerah angkatan kedua sudah hampir mencapai titik kelulusan, setengah tahun mereka menempa diri dan belajar banyak hal. Demikian juga Laskar pencerah Angkatan 1, sudah setahun lebih mereka bergelut dengan predikatnya sebagai Laskar Pencerah Tosari. Untuk menyiapkan mereka menjadi panutan dan pemimpin Tosari di masa depan, tak cukup rasanya jika mereka hanya belajar tanpa menyumbangkan sesuatu bagi lingkungannya. Di dua pertemuan terakhir, kami, Pencerah Nusantara Tosari, sengaja memberikan mereka gambaran tentang community development dan community service. Tak hanya berhenti di situ, kami mengenalkan metode kanvas untuk membantu mereka mendiagnosis masalah serta menciptakan langkah nyata untuk merubah keadaan di desanya. Setelah berdiskusi dan mempresentasikan ide-idenya, Laskar Pencerah diberikan kesempatan selama 2 minggu untuk mengimplementasikan ide-ide tersebut.

Contoh Bagian Metode Kanvas

Diskusi berlangsung seru ketika presentasi

Laskar Pencerah Beraksi !


Waktu 2 minggu terasa singkat, satu per satu proyek desa telah terlaksana. Aksi mereka sungguh melebihi ekspektasi kami. Secara mandiri, mereka melakukan advokasi ke pemangku kepentingan, mulai dari kepala desa dan dusun, kepala sekolah, sampai ke bidan desa, semua mereka lakukan sendiri. Melihat mereka merancang kegiatan hingga melakukan eksekusi kegiatan, membuat kami yakin bahwa Laskar Pencerah memiliki semangat luar biasa untuk berkontribusi bagi desanya.

Anggota LP Ngadirejo melaksanakan penyuluhan pergaulan aman dan sehat untuk kalangan remaja di desanya.




LP Baledono menggerakkan siswa madrasah dan remaja dusun Junggo untuk kerja bakti bersama membersihkan sampah di sepanjang jalan.




LP Ngadiwono berbagi insiprasi tentang pentingnya pendidikan lewat pohon cita-cita dan kisah motivasi.




LP Podokoyo mengenalkan bahaya rokok pada anak-anak





LP Puspo melakukan penyuluhan kesehatan reproduksi untuk anak SD




LP Tosari dan Wonokitri menginisiasi bakti sosial untuk kebersihan lingkungan di sekolah dan tempat ibadah. 



LP Mororejo dan Kandangan mengajak anak-anak di desanya untuk menjaga kebersihan lewat lagu yang mereka ciptakan sendiri.

Insight !
Ternyata proyek desa ini sekaligus memberikan banyak pengalaman baru bagi anggota Laskar Pencerah. Di sesi refleksi, berbagai insight bermunculan, deras. Valueb, anggota LP desa Ngadirejo mengaku ia dan kawan-kawan akhirnya tahu bagaimana tantangan melakukan advokasi ke petinggi desa dan mengumpulkan kawan-kawan remaja desanya. Mereka pun belajar menghargai sebuah proses bagaimana acara bisa berlangsung. Anggota LP di Tosari sangat senang dengan apresiasi yang diberikan oleh guru-guru SMP 1, tempat mereka melakukan baksos. Bahkan inisiasi yang mereka lakukan akan dilanjutkan secara rutin oleh pihak sekolah di SMP 1. LP desa Baledono belajar menciptakan gebrakan dan sabar menghadapi anak-anak. Begitu juga Laskar Pencerah di desa lain, mereka belajar mengalahkan rasa takut dan grogi. Mereka belajar melewati batas yang mereka buat untuk dirinya sendiri.

Semoga langkah-langkah kecil ini akan mengawali langkah besar mereka kelak, sebagai pencerah sesungguhnya di komunitas masing-masing.

Salam Pencerah ! Sayonara :)
Bani Bacan Hacantya Yudanagara, S. Psi
@banibacan 

No comments:

Post a Comment